Selasa, 08 Maret 2011

PKS Seolah Dizalimi atau Menzalimi SBY?

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak perlu menunggu 'diusir' secara tegas oleh Presiden SBY dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Karena sesungguhnya secara halus SBY sudah mengusir PKS.

Usiran halus itu sudah disampaikan SBY pekan lalu saat mengumumkan akan melakukan perombakan kabinet

menyusul perbedaan pandangan dengan PKS soal hak angket century dan hak angket pajak.

"Jika ada yang tidak bersedia berarti takdir sejarah untuk tidak lagi bersama koalisi," ujar SBY, Selasa (1/3/2011).

Pengamat politik Indonesian Institute Rohim Ghazali mengatakan, jika PKS bersikap menunggu 'diusir' SBY maka terkesan mengharapkan tidak 'diusir' dari koalisi.

"Bukan tipikal SBY akan bicara gamblang begitu, daripada dipermalukan dipecat lebih baik mengundurkan diri. Itu lebih bagus dan tidak terkesan mengiba," ujar Rohim kepada INILAH.COM, Senin (7/3/2011).

Menurut Rohim, PKS harus menunjukkan jati diri sebagai partai yang percaya diri dan tidak tergantung kepada SBY. Strategi menunggu dipecat agar terkesan PKS dizalimi SBY tidak akan efektif membentuk persepsi publik.

"Justru yang ada SBY terkesan dizalimi PKS karena seolah ditusuk dari belakang atau samping. Kalau PKS menunggu dipecat agar terkesan dizalimi itu salah besar," ulasnya. [mah]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar