Selasa, 08 Maret 2011

Hadapi Ancaman Reshuffle, PKS Cerdas!


INILAH.COM, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia melihat saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah memainkan strategi yang bisa digunakan untuk menaikan citra partai tersebut.

Hal tersebut disampaikan Burhanuddin Muhtadi
saat berbincang dengan INILAH.COM, Selasa (8/3/2011). Menurutnya saat ini PKS tengah memainkan strategi dengan tidak menarik menterinya, meski PKS seolah tengah dikucilkan oleh partai koalisi lainnya.

"Secara politik memang lebih baik menunggu dicopot, jadi inisiatif tidak dimulai dari mereka, karena kalau SBY yang mereshuffle akan dijadikan amunisi bahwa merekalah yang dizalimi oleh SBY. Apalagi kalau Golkar dipertahankan," jelas Burhanuddin.

Lebih lanjut Burhannudin mengatakan kalau PKS yang mulai menarik menterinya, maka akan terkesan bahwa PKS lah yang bersalahan dalam pengusulan angket pajak. "Karena selama ini mereka menilai apa yang dilakukan tidak melanggar kesepakatan koalisi," ucapnya.

Lebih lanjut Burhanuddin menilai strategi yang dijalankan PKS ini bukan tidak mungkin justru akan dijadikan amunisi bagi partai tersebut untuk memperoleh pencitraan yang baik.
"Jadi kalau menunggu dicoret, itu strategi PKS, dengan begitu nanti dinilai Presiden SBY lah yang tidak menginginkan mitra koalisi kritis. Meski terlihat merugikan, tapi ini bisa digunakan PKS untuk pencitraan PKS," tutupnya. [mah]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar